DPR – DPD Pertanyakan Kenapa Nusantara Jadi Nama Ibu Kota Baru

Dpr – Dpd Pertanyakan Kenapa Nusantara Jadi Nama Ibu Kota Baru

Tampilan setelah: 101

Suarapakar.com Nusantara yang dipilih sebagai nama ibu kota negara (IKN), sempat menimbulkan pertanyaan dan diskusi antara DPR RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Fraksi PKS, Ecky Awal Mucharam, meminta agar mempertimbangkan dengan matang pembentukan penggunaan Nusantara sebagai nama IKN baru dalam RUU IKN.

Saat meluncurkan cnnindonesia.com, Ecky menilai perlu ada pertimbangan agar kata Nusantara tidak serta merta menggantikan kata Indonesia di kemudian hari. Ia menyatakan bahwa Nusantara sama dengan Jakarta yang merupakan bagian dari sejarah Indonesia Indonesia.

“Maksud saya struktur kalimatnya harus diperhatikan, sehingga ada persepsi di kalangan anak cucu kita bahwa mungkin dalam beberapa abad ke depan kata Indonesia akan diganti dengan kata Nusantara,” kata Ike dalam pertemuan tersebut. . Panja RUU IKN DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Ia menambahkan, nusantara merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia yang harus selalu bergaung. Namun, kata Ike, Indonesia merupakan kesepakatan atas nama negara kesatuan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Https://Bit.ly/Kodesuarapakar

Sementara itu, anggota panitia draft IKN RDK dari Fraksi PDIP, Tobagos Hasanuddin, mengaku memilih Nusantara sebagai nama IKN baru akan menimbulkan kerancuan. Ia mengingatkan, alasan di balik itu adalah nusantara memiliki kesepahaman yang telah disepakati selama ini.

“Kalau bisa kata lain masih bisa, tapi kalau nusantara itu nusantara, saya khawatir nanti tertukar dengan nusantara, sudah disepakati yang artinya ‘Nusa di tengah’. Yang kita review kemarin adalah nusantara atau nusantara.”

Baca juga: Nusantara terpilih sebagai nama ibu kota negara baru, turun 80 nama

Nusantara Jadi Nama Baru IKN, DPR Minta Klarifikasi ke Pemerintah

Pada kesempatan yang sama, anggota Panitia Kerja Rancangan IKN DRC dari Fraksi PKB, Yanuer Prihatyn, mengakui ada kekhawatiran akan terpilihnya Nusantara sebagai nama IKN baru. Ia juga menyarankan agar nama IKN yang baru menggunakan dua suku kata, seperti Nusantara Jaya atau Nusantara Bangkit.

“Yang dikhawatirkan adalah ketika namanya besar kemudian menyempit ke posisi tertentu. Apakah itu downgrade atau tidak, saya juga tidak mengerti, mungkin kita perlu mencari jalan keluar.”

Lanjutnya, “Satu direktur misalnya, tidak satu kata, satu usulan presiden, satu usulan dari Republik Rakyat Demokratik Korea, misalnya membaca Nusantara Jaya atau Nusantara Bangket.”

Sementara itu, anggota IKN DRC Bill Banga dari Fraksi Partai Demokrat, Henka Banggaitan, mengatakan Indonesia adalah salah satu bentuk negara kepulauan. Di sisi lain, menurutnya, Nusantara adalah bentuk jamak tunggal bahasa Indonesia.

Dia juga meminta klarifikasi kepada pemerintah terkait pemilu kepulauan sebagai nama baru IKN.

“Jadi, apakah cara berpikir ini juga digunakan oleh pemerintah untuk mengatakan bahwa Indonesia kita adalah ibu kota nusantara sehingga yang jamak menjadi tunggal? Kalau cara berpikirnya seperti ini, menarik juga. Jadi perlu kita dengar pendapatnya. penjelasan pemerintah.”

Terakhir, anggota DPD Agustin Teras Narang berharap pemerintah melakukan kajian penamaan nusantara secara komprehensif. Ia mempertanyakan dasar sosial, filosofis dan historis pemilihan nama tersebut.

“Mengenai nama Nusantara, tentunya DPD dalam hal ini adalah sesuatu yang bukan hal yang sepele karena ini adalah nama untuk IKN dan yang memiliki nilai luar biasa bagi bangsa dan negara kita,” ujarnya.

You May Also Like

Avatar Of Omar Dzaki Khawarizmi

About the Author: Omar Dzaki Khawarizmi

Saya adalah seorang yang hobby menulis dan membuat informasi yang berkaitan tentang buah-buahan, karena saya suka dan memiliki kebun mangga.